Oktober 07, 2009

Jakarta oh Jakarta

Hari ini gw masih tertahan di kantor coz hujan nggak berhenti2, jadi terpaksa nunggu agak reda dulu baru gw bisa sampe rumah, sekarang di jakarta lagi musim hujan euy...kalo udah begini siap2 deh bagi warga yang rumah nya udah jadi langganan banjir, n termasuk salah satunya adalah gue.

karena belakang rumah gue itu mengalir kali pesanggrahan yang dari bogor, jadi biarpun jakarta hujan nya nggak begitu deras tapi kalo bogor hujan terus menerus yach..terpaksa kebagian jatah banjir pula, tapi untungnya rumah sih udah agak tinggi tapi lingkungan di sekitar rumah masih ada yang kena kebanjiran,, hiks...kadang kasihan juga ngeliat pemandangan seperti itu...

Tapi gue heran sama program2 pemerintah yang katanya mau di usahain DKI Jakarta bisa bebas banjir, lah...gimana bisa bebas banjir kalo di setiap sudut Ibukota yang gue liat selalu apartemen2 yang berdiri dengan sombong maupun yang baru akan di bangun, udah gitu banyak banget mal2 yang bertebaran di mana, sampe2 sawah dijadikan mal2 oleh para pengusaha2 yang berduit itu.

Please deh!!! jakarta ini udah "sumpek" dengan bangunan2 pencakar langit, jadi jangan di tambahin dengan surat sakti yang bisa dipakai oleh para pengusaha2 itu...
mmm..gimana yah....andai aja air resapan yang seharusnya lebih di perluas maka dengan adanya mal-mal atau apartemen itu ya jelas berkurang banyak, lagipula Indonesia ini rupanya sudah menjadi kota mal terbesar di dunia..weks...
Emang sih di satu pihak menguntungkan karena dengan begitu bisa membuka lapangan pekerjaan, tapi coba kalo diliat lebih jauh itu lebih banyak ruginya kok...karena dengan begitu air resapan akan semakin berkurang yang bisa mengakibatkan banjir, nah kalo udah banjir..wuidihhh...sengsara men...palagi dengan berkurangnya ruang terbuka hijau di jakarta..

Jakarta oh Jakarta...disini aku dilahirkan dan disini pula aku berkarya, semoga para manusia2 masih punya hati nurani untuk sekedar menjaga dan melestarikan bumi pertiwi...

September 08, 2009

So bored...

Jakarta, 08 September 2009

Lelah rasanya batin ini bila harus mengikuti rutinitas pekerjaan yang monoton, bayangin aja dari bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat kerja selama 8 jam, pulang kerumah , tidur..begitu seterusnya. klo ada lirik lagu yang bilang bangun tidur, langsung mandi tidak lupa senam pagi kalau lupa tidur lagi...whew...mana enak bermalasan2 ria...

Bosen?? itu dah pasti nggak usah ditanya2 lagi...setiap manusia pasti merasakan hal satu itu ketika berada di rutinitas keseharian mereka.

tapi gw yakin bekerja adalah ibadah dan setiap ibadah adalah pahala..jadi ku niatkan saja dalam mencari maisyah ini walaupun harus "berkompromi" dengan tenaga dan pikiran, yang pada akhirnya di akhir pekan diadakan pemogokan kerja pribadi untuk jiwa yang lelah..

Inilah saat2 yang aku tunggu, nggak sabar bila menanti hari yang dinanti...biarlah waktu yang pergi meninggalkan aku, asal kan ku masih bisa berkarya...

Mei 08, 2009

Hikmah Secangkir Coklat Panas

Sekolompok alumni, yang sudah mapan dalam karirnya, sedang berbincang-bincang pada saat reuni dan memutuskan untuk pergi mengunjungi profesor universitas mereka yang sekarang sudah pensiun. Pada waktu mereka berkunjung, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan mengenai stres pada kehidupan dan pekerjaan mereka.

Professor itu menyajikan coklat panas pada tamu-tamunya, ia pergi ke dapur dan kembali dengan coklat panas di teko yang besar dan beberapa macam cangkir - porselen, gelas, kristal, dan beberapa cangkir yang biasa-biasa saja, ada beberapa yang mahal, ada beberapa yang cantik - dan mengatakan kepada mereka untuk mengambil sendiri coklat panas tersebut. Ketika mereka semua memegang secangkir coklat panas di tangan mereka, professor itu berkata:
"Lihatlah semua cangkir yang bagus, mahal semuanya telah diambil, yang tertinggal hanyalah yang biasa dan yang murah."

Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi kalian semua, itu adalah sumber dari masalah dan stress kalian. Cangkir yang kalian minum tidak menambahkan kualitas dari coklat panas tersebut. Pada kebanyakan kasus itu hanya menambah mahal dan bahkan menyembunyikan apa yang kita minum.

Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah coklat panas, bukan cangkirnya; tetapi secara tidak sadar kalian menginginkan cangkir yang terbaik dan kemudian kalian mulai saling melihat dan membandingkan cangkir kalian masing-masing. Kemudian dia berhenti dan berkata, "Sekarang pikirkan ini: Kehidupan adalah coklat panas; pekerjaan, uang, dan kedudukan di masyarakat adalah cangkirnya. Itu hanyalah alat untuk memegang dan memuaskan kehidupan.

Cangkir yang kau miliki tidak akan menggambarkan, atau mengubah kualitas kehidupan yang kalian miliki.Terkadang, dengan memusatkan perhatian kita hanya pada cangkirnya, kita gagal untuk menikmati coklat panas yang telah Allah sediakan bagi kita.

Allah membuat coklat panasnya, tetapi manusia memilih cangkirnya. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Mereka hanya berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki. Hiduplah dengan sederhana. Mengasihilah dengan murah hati. Memperhatikanlah sesama dengan sungguh-sungguh. Berbicaralah dengan ramah.

Dan nikmatilah coklat panas kalian!